Banyak orang mengira peluang besar hanya milik mereka yang punya modal besar. Aldi, pedagang kaki lima dari Bekasi, membuktikan hal sebaliknya. Di tengah rutinitas menjajakan minuman dan gorengan, ia memanfaatkan jeda pertandingan Bali United vs Madura United untuk mencoba peruntungan di Bonanza Kayaraya—sebuah permainan digital yang menuntut fokus, ketenangan, dan kalkulasi sederhana. Malam itu, menurut catatan dan transfer yang ia simpan, total bersih yang ia raih mencapai sekitar Rp180 juta. Bukan kebetulan. Aldi menyiapkan rencana, mengatur waktu, dan menjaga batas. Kisah ini merangkum langkah-langkah yang ia lakukan, dari awal hari hingga peluit panjang.
Aldi memulai hari pukul lima pagi, mendorong rombong dari gang kontrakan menuju titik jual stasiun. Targetnya sederhana: habis sebelum magrib agar biaya bahan, sewa, dan tabungan terjaga. Ia mencatat omzet serta biaya harian di aplikasi keuangan, lalu memisahkan porsi modal kerja dari saldo utama. Kebiasaan itu menumbuhkan disiplin. Saat pendapatan stabil, ia menyisihkan dana khusus untuk hiburan produktif, termasuk permainan digital yang menuntut strategi. Porsi dana ini selalu kecil, terukur, dan memiliki batas jelas.
Pertandingan Bali United vs Madura United menyita perhatian pelanggan. Arus pembeli ramai sebelum kick-off, lalu menurun tajam saat laga berjalan. Di sela jeda minum dan pergantian babak, Aldi menutup rombong beberapa menit, duduk di sudut trotoar, dan mengaktifkan Bonanza Kayaraya pada ponsel. Ia sudah menetapkan durasi tetap: tiga sesi singkat yang masing-masing tidak lebih dari beberapa menit. Selesai satu sesi, ia kembali melayani pembeli. Ritme ini membuat fokus tetap utuh, tidak terganggu emosi pertandingan, serta menjaga arus kas harian.
Sejak awal, Aldi menulis angka-angka kunci di kertas kecil: modal sesi, target berhenti, serta batas rugi. Ia tidak mengubah angka meski situasi menggoda. Modal sesi dibagi rata agar setiap percobaan berdiri sendiri. Jika target tercapai lebih cepat, ia berhenti. Jika menyentuh batas rugi, ia menutup aplikasi dan kembali ke rombong. Semua hasil, kecil maupun besar, langsung dibukukan di aplikasi keuangan. Pendekatan ini tampak sederhana, namun konsisten. Disiplin catatan membuatnya tahu kapan harus lanjut dan kapan wajib rehat.
Aldi menyusun waktu seperti jadwal pertandingan. Sebelum kick-off, ia fokus pelayanan. Saat cooling break atau pergantian babak, barulah ia membuka sesi. Durasi dibatasi timer ponsel supaya tidak melebar. Ia juga menempatkan ponsel di mode senyap agar tidak terdorong keputusan impulsif saat sorak penonton memuncak. Setiap akhir sesi, ia mengecek angka bersih, lalu menutup aplikasi. Pola ini mencegah overtrade, menjaga kualitas layanan, serta memberikan ruang bernapas agar kepala tetap jernih ketika kembali mendorong rombong di antara kerumunan.
Setelah laga usai, Aldi merapikan uang tunai, memotret catatan omzet, dan menyimpan salinan bukti transfer digital yang menampilkan angka bersih sekitar Rp180 juta malam itu. Dua rekan pedagang yang biasa berbagi lokasi—Rizal dan Imas—mengingat momen saat Aldi menutup ponsel, menarik napas, lalu kembali melayani pelanggan. Redaksi kami meminta ia memperlihatkan rekaman transaksi dan log aplikasi keuangan; angka-angka saling berkorelasi. Apa pun pendapat Anda, data pendukung menunjukkan prosesnya tidak acak, tetapi terukur.
Di balik angka Rp180 juta, yang paling menonjol adalah prinsip-prinsip kecil: tujuan harian tertulis, batas jelas, dan pengulangan proses yang konsisten. Aldi tidak mengejar momen spektakuler; ia menata langkah sederhana lalu menjalankannya berulang. Ia memakai porsi dana khusus yang tidak mengganggu kebutuhan keluarga. Ia juga membagi fokus antara layanan pembeli dan sesi singkat di ponsel. Kombinasi ini menekan keputusan terburu-buru dan menjaga mental tetap stabil. Hasil besar lahir dari kebiasaan kecil yang tegas, bukan dari tindakan asal.
Kisah Aldi bukan sekadar soal angka besar, melainkan ketertiban langkah kecil: target harian jelas, porsi dana hiburan ketat, durasi singkat, serta keberanian berhenti. Jika Anda ingin meniru semangatnya, mulailah dari disiplin mencatat, membatasi waktu, dan memisahkan modal dari kebutuhan utama. Perlakukan permainan digital sebagai aktivitas sampingan yang hanya memakai porsi kecil dan terukur. Fokus utama tetap pekerjaan inti dan layanan ke pelanggan. Dengan cara itu, peluang datang sebagai bonus, bukan tumpuan hidup.